Saat Teman Bodoh Di Sekolah Mencapai Kesuksesan

Diposkan oleh

Sebagian mungkin pernah secara tak sengaja bertemu teman masa kecil dan terdiam sejenak melihat pencapaiannya saat ini. Sebagian mungkin akan sejenak kehilangan kata membayangkan masa lalu dan menyaksikan perbedaan masa kini. Terlintas dalam pikiran.. Kok bisa ya? Dulu dia kan nakal.. Dikelas juga jauh dari pintar.

Sementara yang lain mungkin duduk termenung mendengar kabar pencapaian teman sekelasnya. Teman yang dulunya biasa saja atau malah terbelakang dari segi capaian akademik. Namun, saat ini malah mencapai hasil yang dulu adalah cita-citanya

Pemikiran yang sama mungkin muncul saat menyaksikan film Central Intelligence, sebuah film komedi aksi Amerika yang dibintangi oleh Dwayne Johnson. Film ini bercerita capaian Bob, Agen CIA yang dulunya anak bawang disekolah dibandingkan Calvin, bintang sekolah yang kemudian berprofesi sebagai akuntan. Calvin kemudian merasa pekerjaannya saat ini tidak sesuai dengan statusnya dimasa lalu berbanding terbalik dengan Bob yang bekerja dengan kegagahan dan passion yang sangat besar.

Bagaimana menjelaskan kejadian-kejadian ini? Hilangkan pikiran negatif kepada kawan yang saat ini anda saksikan keberhasilannya. Hilangkan pikiran minder dengan pencapaian diri sendiri saat ini

Setiap manusia memiliki potensi untuk mengembangkan kemampuannya secara fisik maupun intelektual. Masa depan seseorang tidak dapat diukur dengan angka-angka saat duduk dibangku sekolah. Penilaian itu adalah capaiannya dimasa lalu, bukan gambaran masa depannya. Tuhan menciptakan manusia dengan kondisi yang sempurna. Bahkan ketika orang tersebut lahir dengan kekurangan pada tubuhnya. Begitu banyak contoh capaian manusia dengan kekurangan fisik yang dapat menjelaskan kesempurnaan itu.

Tuhan Menciptakan Semua Orang Dengan Potensi Untuk Sukses

Rasa takut akan kegagalan adalah salah satu faktor penghambat pengembangan potensi seseorang. Rasa percaya diri terkikis seiring datangnya kegagalan-kegagalan. Hal ini timbul karena target utama adalah hasil bukan usaha yang dikerahkan. Karena sesungguhnya kegagalan adalah proses belajar dalam mengembangkan diri

Faktor penghambat lain adalah pertimbangan rasa dan pendapat orang lain. Merasa takut dianggap bodoh sehingga tidak mencoba. Merasa takut dianggap tidak mampu sehingga tidak berusaha.

Cobalah saksikan anak kecil dalam langkah awal kehidupanya. Ia tak akan bisa berlari jika takut jatuh dalam melangkah. Seiring jatuhnya, prosesnya melangkah menjadi lebih ringan dan tak lama kemudian akan berlari riang menikmati masa kecilnya. Kemudian datanglah penilaian orang lain dalam hidupnya. Jangan lari nanti jatuh, kalimat yang kemudian menimbulkan keraguan dalam dirinya. Coba saksikan seorang anak yang kemudian jatuh karena berlari, apakah ia menangis karena jatuh atau karena komentar saat ia jatuh?

Selain itu, ada begitu banyak sekali mitos tentang keberhasilan, dimana yang muncul sebagai seorang yang dapat mengahasilkan sesuatu dan menakjubkan adalah seseorang yang penyendiri. Mereka adalah orang yang hanya mengahabiskan waktu kesehariannya dengan membaca buku. Ketahuilah bahwa Mozart, salah satu dari komponis musik klasik Eropa yang terpenting dan paling terkenal dalam sejarah, bekerja lebih dari 10 tahun hingga akhirnya menghasilkan karya-karya yang dikagumi saat ini. Thomas Alva Edison, penemu bola lampu, memiliki 30 puluh asisten termasuk para ilmuwan yang sangat terlatih, yang sering bekerja siang dan malam dilaboratorium yang paling maju saat itu.

Sebagian besar orang percaya bahwa “bakat” merupakan kemampuan dalam dirinya sendiri. Tetapi yang sebenarnya menghidupkan bakat adalah keingintahuan terus menerus dan tanpa akhir, serta tetap mencari tantangan. Ada begitu banyak cerita anak berbakat yang kemudian tidak mencapai apapun dalam kehidupannya selain ratapan kegagalan dan kisah tragis.

Lantas apa yang terjadi sehingga seseorang tertinggal di bangku sekolah, khususnya dipendidikan dasar dan menengah? Hal ini disebabkan karena mereka tidak mendapatkan kondisi belajar yang tepat sebelum dan selama pembelajaran. Kondisi sebelum belajar bisa terkait dengan kondisi kehidupannya dirumah dan pergaulannya sedangkan kondisi saat belajar bisa berhubungan dengan cara pengajar menyampaikan materi.

Setelah 40 tahun meneliti secara intensif pembelajaran sekolah di Amerika Serikat dan diluar negeri, saya berkesimpulan : Apa yang dapat dipelajari oleh siapapun di dunia ini, dapat dipelajari oleh hampir semua orang jika mereka diberi kondisi belajar yang tepat sebelum dan selama pembelajaran.

Benjami Bloom Dalam Buku Minset Karya Caros S. Dweck, Ph.D; Hal 89

Jika membahas kondisi saat belajar, menurut Marva Colins dalam buku yang sama, hal yang paling sering terjadi pada anak tertinggal, katakanlah, ketika mereka tertinggal dikelas, adalah mereka diberi materi tingkat rendah dengan asumsi bahwa mereka tidak dapat menerima materi yang lebih tinggi.

Oleh karena hal-hal tersebut, Jangan pernah takut mencoba karena kegagalan adalah proses belajar. Penilaian saat ini bukan cerminan keberhasilanmu dimasa depan. Asah bakat dengan kerja keras karena Guru terbaik adalah pengalaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s