Andai Harley Tak Bertemu Davidson

Diposkan oleh

Sesaat setelah membuka beberapa lembaran awal dari buku berjudul Mindset karya Carol S. Dweck, Ph.D, di linimasa IG muncul potongan film dokumenter tetang harley davidson, motor legendaris dari Amerika Serikat dengan fanatisme penunggangnya diseluruh dunia yang tak tergambarkan dengan kata. Buku Mindset sendiri berisi tentang kepercayaan sederhana tentang diri anda sehingga dapat mengubah pola pikir dan melakukan perubahan besar dalam hidup

Pola pikir yang digambarkan pada buku mindset sejalan dengan perjalanan William S. Harley dan Davidson Bersaudara mendirikan Harley Davidson Motor Company. Peran William S. Harley sebagai mekanik handal dengan berbagai ide cemerlangnya tentang sepeda motor digambarkan dengan baik dalam film berating 8,2/10 IMDb ini. Disisi lain, rekan dan sahabatnya Arthur Davidson juga diceritakan memiliki visi marketing  luar biasa namun oleh keluarganya dianggap tidak dapat diandalkan.

Andai bukan karena Arthur, Harley mungkin saja akan bekerja sebagai mekanik di perusahaan automotif yang sedang berkembang saat itu. Ia bisa jadi akan menjadi mekanik handal ditempatnya bekerja dan mendapatkan penghasilan yang tinggi sesuai kebutuhan keluarganya saat itu. Namun, namanya tak akan dikenang sepanjang masa dalam label tunggangan besi penuh eksotisme seperti saat ini.

Perjuangan tak kenal lelah mereka berdua beserta dua ditambah saudara Arthur lainnya adalah pondasi kecintaan para pemilik motor harley davidson saat ini. Namun, Permata tak dipoles tanpa gesekan sangat tepat menggambarkan perjalanan panjang Harley Davidson mengembangkan motor terbaik. Setelah mencapai titik keberhasilan yang luar biasa, karena ketidaktelitian dalam pendaftaran paten, memaksa mereka kehilangan hak paten atas motor yg mereka rakit.

Kebangkrutan dan semua masalah yang timbul tidak mengurangi sedikitpun semangat Harley dan Davidson bersaudara dalam mengembangkan ide meraka tentang sepeda motor terbaik. Mereka kembali mendesai dan merakit motor mulai dari gambar sketsa, seperti ketika pertama kali mengembangkan motor. Semangat pantang menyerah inilah yang akhirnya membuat Harley mampu mendesain knucklehead, motor yang menjadi dasar pengembangan harley davidson sampai saat ini. Semangat yang sama membuat Arthur mampu mewujudkan ide komunitas dan menjaga loyalitas penunggangnya.

Mungkinkah knucklehead tercipta tanpa ancaman kebangkrutan? Mungkinkah loyalitas tercipta tanpa perang dan resesi?

Jika kembali berbicara mindset, apa yang dimiliki Harley dan Davidson bersaudara adalah mindset tumbuh, yang tidak terlena dengan keberhasilan dan tidak terpuruk oleh kegagalan. Mereka tidak menjadikan kemampuan merakit sebuah motor sebagai titik keberhasilan, melainkan sebuah proses belajar mencapai keberhasilan berikutnya. Hal inilah yang mengantarkan nama mereka disebut jauh melebihi usia hidupnya.

Dari perjalanan William S. Harley dan Arthur besarudara kita dapat belajar 5 hal, yaitu :

  1. Cintai apa yang anda kerjakan, keberhasilan hanya masalah waktu
  2. Jadikan setiap rintangan sebagai bahan belajar untuk menemukan produk yang lebih baik.
  3. Belajar dari kesalahan sebagaimana mereka belajar dari kesalahan pendaftaran paten yang menempatkan mereka pada jurang kebangkrutan.
  4. Kesalahan adalah proses belajar dan bukan sebuah kebodohan atau kegagalan.
  5. Jangan mencari kambing hitam atas situasi sulit yang dihadapi sebagaimana mereka tidak menjadikan resesi yang terjadi saat itu sebagai kambing hitam.

One comment

Tinggalkan Balasan ke Afridani Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s