Marah dan Berteriak Ketika Pesawat Delay Tidak Akan Menyelesaikan Masalah


DELAY DI BANDARA INT HALIM PERDANAKUSUMA

Kejadian delay saya alami pada hari Jum’at, tanggal 21-04-2017 di Bandahara Int Halim Perdanakusuma. Delay “sangat parah” karena sampai dengan pukul 19.00, tidak ada satupun penerbangan komersial hari itu yang dapat take off dan landing.

Hal ini karena Penerbangan komersial di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, akan ditutup sementara. Bandara Int Halim Perdanakusuma  digunakan untuk Pameran Dirgantara Expo yang merupakan rangkaian dari peringatan HUT ke-71 TNI Angkatan Udara. Pameran ini menyebabkan .

Penutupan penerbangan untuk sementara waktu di Bandara Int Halim Perdanakusuma itu disampaikan melalui Notice to Airmen (notam).

RUANG TUNGGU PENUH SESAK

Ruang tunggu sudah penuh sesak oleh calon penumpang. Pendingin ruangan juga sudah tidak mampu memberikan kenyamanan yang dibutuhkan oleh penumpang. Setelah menunggu tanpa kepastian akhirnya pihak maskapai mengumumkan pesawat telah mendarat.

Pengumuman tersebut malah memancing emosi calon penumpang.

Pengumuman pesawat telah mendarat di Bandara Int Soekarno Hatta dan akan menunggu antrian untuk dapat terbang menuju Bandara Int Halim Perdanakusuma

pengumuman tersebut juga termasuk pesawat yang harusnya saya tumpangi menuju Makassar.

Pesawat terpaksa mendarat di Bandara Int Soekarno Hatta karena belum ada kepastian untuk dapat mendarat di Bandara halim Perdanakusuma dan bahan bakar pesawat sudah tidak mencukupi untuk menunggu.

CALON PENUMPANG MARAH

Dalam ketidakpastian waktu terbang serta suhu ruangan yang panas, calon penumpang mulai emosional. Beberapa bahkan mulai berteriak dan melampiaskan kemarahan pada petugas groud handling. Segala macam sumpah serapah telah terucap.

Hewan-hewan di kebun binatang yang tidak tau apa-apa juga telah disebutkan satu persatu.

Petugas ground handling hanya bisa mendengar, menerima makian dan menjawab seadanya.

PETUGAS GROUND HANDLING TIDAK TAU APA-APA

Tulisan ini bukan untuk membela petugas lapangan seperti ground handling, akan tetapi ketika terjadi delay khusunya yang sangat parah seperti kejadian hari itu, mereka tidak tau apa-apa. Mereka tidak bisa memastikan

Kapan run way dibuka untuk take off dan landing?
Kapan penerbangan akan normal?
Berapa lama delay akan berlangsung?

Situasi seperti itu akan membuat komunikasi mereka ke pihak-pihak yang harusnya bertanggung jawab akan terputus.

petugas ground handling dalam kasus seperti ini hanya ibarat ujung dari sebuah tombak yang akan selalu rusak jika berbenturan dengan logam lain. Mereka tidak tau gagang tombak akan diarahkan kemana. Mereka tidak tau siapa yang akan jadi sasaran

MARAH BUKAN SOLUSI

Meluapkan kemarahan ketika sesuatu terjadi diluar keinginan adalah sesuatu yang manusiawi. Tapi marah bukanlah solusi terbaik menghadi masalah delay. Kemarahan yang meluap-luap tidak akan serta merta membuat pesawat landing dan Anda akan langsung berangkat.

Untuk meredakan amarah hal harus dilakukan adalah :

mengetahui dan memahami penyebab delay kemudian menuntut hak sebagai calon penumpang

MEMANGGIL HEWAN TIDAK MEMBANTU

Menyebutkan satu persatu hewan penghuni kebun binatang sama sekali tidak akan membantu.

Anjing segalak apapun tidak akan menarik pesawat landing
Babi segemuk apapun tidak akan memastikan  pesawat take off
Monyet sekuat apapun tidak akan menggendong anda ke pesawat

menyebutkan mereka malah akan menampakkan kemiripan dengan mereka.

Menggonggong tiada henti, mengendus dan menggaruk tiada henti

KEWAJIBAN MASKAPAI SEBAGAI PENYEDIA JASA

Tulisan ini terlepas dari segala macam hal yang harusnya dipenuhi pihak maskapai, termasuk pemberitahuan awal kepada calon penumpang. Dengan peemberitahuan lebih dini, calon penumpang tidak akan terburu-buru menuju bandara sesuai jadwal awal penerbangan mereka.

8 pemikiran pada “Marah dan Berteriak Ketika Pesawat Delay Tidak Akan Menyelesaikan Masalah

  1. Jadi teringat cerita 5 tahun silam d itempat, saat delay hampir 6 jam ketika hendak ke Balikpapan. Suasana gaduh, petugas maskapai nyaris di “kuliti”. ternyata pesawatnya rusak tanpa ada pemberitahuan…hehehe

    Suka

  2. semoga kita semua bisa menjadi orang yg mampu menahan emosi yaaaa…
    btw, saya suka bgt sama cara penulisan “memanggil-manggil hewan”… bagus banget! 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼

    Suka

  3. Ping balik: CARA TERBAIK MENGATASI MASALAH DI BANDARA | auliamaharani

  4. Kalo di bandara yg gabung sama militer sih risikonya gtu.. kan bandaranya bukan sepenuhnya komersil.. saya juga pernah delay lama gara2 ada pesawat RI-1 mau mendarat disitu.. 😅

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s