Toleransi Muslim Indonesia


14islam-di_indonesia

Saya kembali ingin menulis tentang toleransi. Akhir-akhir ini umat Islam disudutkan berbagai pemberitaan negatif terkait berbagai aksi membela agamanya. Saling tuding, fitnah, propaganda, mengadu domba masyarakat. Unfriend dan Politik Devide et Impera

Seakan-akan umat Islam tidak toleran dengan meminta Ahok di Hukum.

Seakan-akan Umat Islam tidak menjunjung Kebhinekaan Indonesia.

Seakan-akan umat Islam tidak memiliki jiwa patriotisme sehingga ingin memecah belah persatuan

Faktanya.. Muslim Indoesia sangat toleran, mampu hidup berdampingan dan menjaga kaum minoritas.

Saya ingin membandingkan kondisi Mayoritas dan Minoritas di Dunia sebagai pembanding.

  1. Rohingnya di Miyanmar.. Pembantaian kaum minoritas, dimulai abad ke-17, banyak muslim di sini yang dibantai dengan sengaja. Selanjutnya saat Jepang menguasai Vietnam saat perang dunia II, setidaknya ada ribuan muslim Rohingnya yang dibantai habis-habisan lalu dibuang begitu saja. Keadaan ini terus berlanjut di mana sekarang sering ada kerusuhan anti-muslim di negeri ini.
  2. Muslim di Perancis ..Larangan memakai jilbab di tempat kerja. Larangan jilbab ini secara resmi menjadi undang-undang yang melarang simbol keagamaan secara menyolok pada 2004.
  3. Tragendi Rwanda 1994..Selama 3 bulan saja ada pembunuhan sekitar 800.000 warga dari etnik Tutsi. Mereka dibantai oleh etnik Hulu yang menjadi mayoritas dan berkuasa atas negeri ini seutuhnya
  4. Pembantaian etnis Yazidi di Irak oleh ISIS. Etnis Yazidi adalah suku non-arab minoritas yang kepercayaannya berakar dari kepercayaan zoroaster, kepercayaan di Mesopotamia sejak 4000 tahun yang lalu.
  5. Pembataian Muslim di India. Pada tahun 1947 pembantaian terhadap muslim banyak terjadi di Jammu. Selanjutnya ada  Operasi Polo yang difokuskan untuk pembantaian muslim besar-besaran di Hyberabad. Pembantaian terhadap muslim terus berlanjut di Neille tahun 1983, Hasimpura tahun 1987,  dan masih banyak lagi.
  6. Pembantaian Etnis Tionghoa di Batavia pada zaman penjajahan Belanda atas perintah Adriaan Valckenier. Dikenal dengan Geger Pacinan atau Tragedi Angke.
  7. Pembantaian muslim Bosnia pada Juli 1995 di daerah Srebrenica, Bosnia..Kejadian  pembantaian sekitar lebih dari 8000 lelaki dan remaja etnis Muslim Bosniak  oleh pasukan Republik Srpska pimpinan Jenderal Ratko Mladić.
  8. Pembataian Muslim di Afrika Tengah. “Sejak akhir 2013 dan pembantaian awal 2014, Muslim di negara tersebut menghadapi penyiksaan dan ancaman kematian oleh milisi Kristen,” tulis Amnesty Internasional dalam laporannya yang diterbitkan 31 Juli lalu, dilansir dari Morocco World News, Selasa (4/8). Laporan Amnesty International berjudul “Identitas yang Terhapus: Muslim di Wilayah Etnis Dibersihkan dari Republik Afrika Tengah” itu menuliskan, Muslim di Republik Afrika Tengah menghadapi depresi dan dipaksa untuk masuk agama Kristen di bawah ancaman hukuman mati”.
  9. Holocaust adalah genosida terhadap kira-kira enam juta penganut Yahudi Eropa selama Perang Dunia II, suatu program pembunuhan sistematis yang didukung oleh negara Jerman Nazi, dipimpin oleh Adolf Hitler, dan berlangsung di seluruh wilayah yang dikuasai oleh Naz
  10. Aborigin di Australia..Para orang buangan Inggris (narapidana) dibuang ke Australia dan Selandia Baru, semakin banyaknya orang berkulit putih lalu terjadilah konflik sehingga penduduk asli pun menurun drastis akibat pembunuhan dan penganiayaan. Suku Aborigin di Australia hampir punah begitu pula halnya di Selandia Baru yang mengalami kasus serupa.

Umat Islam Indonesia hanya menjaga kehormatan agamanya. Dengan damai dan bermartabat.

 

3 pemikiran pada “Toleransi Muslim Indonesia

  1. Ping balik: Ketika Pemilu Merusak Nilai Masyarakat – auliamaharani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s