Perempuan “Wajib Mandiri”


img_0013Kata perempuan menurut beberapa ahli bahasa berasal dari kata “empu” yang berarti kehormatan, membimbing, memuliakan, ahli dan kata yang sepdan dengan itu.

Kata “Perempuan” dianggap lebih “politically correct” dibandingkan dengan “wanita”. 

Saya menyebut perempuan wajib mandiri

karena dengan kemandirianlah perempuan akan menjaga kehormatan dan kemuliaannya dengan lebih baik.

Saya tidak akan membahas tentang emansipasi wanita atau yang sejenis itu, saya hanya fokus pada kewajiban perempuan untuk mandiri dengan batasan kondratnya sebagai wadah sumber kehidupan.

Begitu banyak cerita tentang perempuan yang karena ketidakmandirian, ketergantungan berlebihan pada lawan jenis yang disebutnya suami

Banyak cerita tentang seorang perempuan yang tiba-tiba tidak dapat membiayai hidupnya karena ditinggal secara oleh suaminya. baik itu karena ditinggalkan sepihak, perceraian ataupun kematian yang datangnya tidak dapat diperkirakan.

Kejadian ini mungkin banyak disekitar kita, tetangga kita.

Karena ketidakmandirian, kehidupannya berubah 180°. segala hal tentang kehidupannya yang terpenuhi ketika suami ada disisinya, tetapi ketika yang disebutnya suami “hilang” sumber kehidupannya juga “hilang”.

Kemandirian perempuan dalam sudut pandang ini bukan ajakan atau motivasi agar perempuan keluar rumah mencari  “kehidupannya”

Kemandirian perempuan dalam sudut pandang ini adalah agar perempuan tidak hanya memposisikan dirinya sebagai penerima karena ketika pemberi tidak ada, penerima tidak akan berarti apa-apa.

Suami yang baik akan mengajarkan kemandirian pada istrinya. Kemandirian dalam mengelola kehidupannya, bukan hanya menempatkannya sebagai tempat memberikan apa yang dihasilkan dari pekerjaannya.

Disisi lain, perempuan menjadikan kemandiriannya untuk berbuat lebih baik untuk suami dan anak-anaknya, bukan menempatkan kemandiriannya sebagai alasan untuk tidak membutuhkan suaminya.

Jika kita ingin menghubungkannya dengan agama islam

Khadijah r.a adalah perempuan yang diberikan kemandirian harta oleh Allah SWT. Walaupun telah ditinggal mati oleh dua orang suami sebelumnya. Atas izin Allah SWT, dari beliaulah dukungan untuk dakwah Rasulullah SAW.

Aisyah r.a adalah perempuan yang diberikan kemandirian ilmu oleh Allah SWT. Beliau mampu menjaga kapasitas keilmuannya dan merawikan begitu banyak hadits Rasulullah SAW.

Zainab Binti Jahsy adalah perempuan diberikan kemandirian dengan keahlian oleh Allah SWT, beliau dikenal pandai menyamak dan menyulam, hasil pekerjaannya di jual kemudian hasilnya disedekahkan.

Dalam agama lain, mungkin banyak cerita tentang kemandirian perempuan yang patut dijadikan contoh dalam kehidupan.

Aku dan Dia

img_0013

untukmu yang sedang mengejar kemandirian ilmu dan pengabdian

Aku dan Dia Sayap-sayapku

3 pemikiran pada “Perempuan “Wajib Mandiri”

  1. Ping balik: Sayap-sayapku | auliamaharani

  2. Ping balik: Mendarat Di Makassar | auliamaharani

  3. Ping balik: Berat itu relatif | auliamaharani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s