Disebut Udang Jika Sudah Merah


Tahun 2005, disalah satu kota tempat saya pernah mengais rejeki. Malili, ibukota kabupaten Luwu Timur, 565 km dari Kota Makassar. Aktifitas ekonomi yang paling mencolok dipagi hari adalah kegiatan bongkar ikan hasil tangkapan nelayan di bibir sungai yang dijadikan sebagai tempat pelelangan ikan (TPI). berbagai jenis ikan dan ukuran diturunkan dari kapal.

Pagi itu, saya tidak berencana membeli ikan. Saya langsung menuju pasar yang lokasinya tidak jauh dari TPI mencari udang galah. Udang air tawar berukuran besar dibandingkan udang pada umumnya.

Itulah pertama kali dalam hidup saya membeli udang mentah. sebelumnya hanya menikmati udang yang sudah siap santap. Udang yang telah berwarna “merah”.

Hampir setengah jam saya mengitari pasar, tidak satupun saya menemukan udang yang berwarna “merah” seperti yang sering tersaji. Yang ada hanya udang hitam walaupun ukurannya besar.

Karena udang yang saya cari tidak ada, saya membeli udang yg warnanya mirip, “kemerahan” dan saya bawa pulang untuk digoreng. Saya sering mendengar idiom makassar “Ejapi nanikana doang “(disebut udang jika sudah merah), maka yang cari adalah udang seperti itu.

udang-galah

Setelah udang bersih, saya siapkan penggorengan. Setelah udang menyentuh minyak panas, seketika warnanya berubah kemerahan..hahahahaha

Menurut Mbah Google, Rangka luar (eksoskeleton) udang sebenarnya memiliki pigmen astaxanthin (antioksidan) yang berwarna merah yang hampir sama kayak di wortel. Selain itu, pada eksoskeleton tersebut juga memiliki rantai protein kompleks yang berwarna abu2 gelap kehitaman. Rantai protein tersebut menutupi warna dari pigmen merah, sehingga saat masih hidup udang tersebut berwarna abu2 kehitaman.

Rantai protein tentu saja akan terdenaturasi pada suhu tinggi karena terjadi pemutusan ikatan protein yang artinya rantai protein  mengalami kerusakan. Sedangkan pigmen memiliki sifat termostabil yang artinya perubahan suhu (yang tidak terlalu ekstrim) tidak bisa memengaruhi ikatannya. Sehingga ada pada suhu berapapun pigmen tersebut mampu bertahan. Hal ini menyebabkan saat dimasak pada suhu tinggi warna pigmen merah muncul karena protein yang menutupinya rusak

Hari itu saya  mendapatkan pelajaran. Udang kemerahan yang saya beli adalah udang yang sudah tidak segar, berwarna kemerahan karena terkena sinar matahari. Udang segar adalah udang yang berwarna kehitaman.

Pelajaran kedua, idiom makassar “Ejapi nanikana doang “(disebut udang jika sudah merah) tidak bisa diartikan dengan makna kata atau kalimatnya. Idiom tersebut kira-kira maknanya sama dengan lakukan saja!! jika ada hal lain yang muncul, itu urusan belakangan.

Satu pemikiran pada “Disebut Udang Jika Sudah Merah

  1. Ping balik: Disebut Udang Jika Sudah Merah | auliamaharani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s